CODEX2000

Menaiki Bahtera Takdir

leave a comment »

“Manusia itu jika sampai kepada qadha dan qadar segera berdiam, kecuali saya . Karena dalam masalah ini , saya seperti melihat suatu lembaran yang tertulis . Maka, saya kemudian melawan takdir-takdir al-Haqq dengan al-Haqq bagi al-Haqq. Dan, seorang tokoh adalah orang yang melawan takdir, bukan orang yang menyerah bersama takdir.”(Syekh Abdul Qadir al-Jailani).

Allah telah memerintahkan agar menolak keburukan(yang merupakan takdir-Nya) dengan kebaikan yang juga takdir-Nya. Menolak rasa lapar yang merupakan takdir-Nya, dengan makanan yang juga merupakan takdir-Nya. Begitu juga dengan menolak kemiskinan, kedinginan, haus, dan panas yang juga merupakan takdir-Nya, dengan berusaha menghindar dari kedinginan, kehausan, dan kepansan yang juga merupakan takdir-Nya.

Rasulullah saw pernah ditanya , “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang obat yang dikonsumsi untuk mengobati penyakit, ruqyah yang dibacakan untuk mengusir penyakit, dan bacaan penjaga yang kami baca, apakah hal itu dapat menolak sesuatu takdir dari Allah?” Beliau bersabda, “Itu semua juga bagian dari takdir Allah.”

Dalam hadits lain diterangkan :

“Doa dan bencana itu saling berbenturan di antara langit dan bumi.” (HR hakim, al-Bazzar, dan arh-Thabrani)

Sumber : At-Taubah wal Inabah, Ibnul Qayyim al-Jauziyah.


Written by CODEX2000

13 Juli 2010 pada 11:51

Ditulis dalam Ringkasan

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: