CODEX2000

Jumlah Korban Gempa Padang

with 2 comments

600, 1000 atau 3000
Jumlah korban yang sebenarnya masih simpang siur. Data Satkorlak Sumatra Barat menyebut korban mencapai sekitar 600 orang. Priyadi Kardono, jurubicara BNPB memperkirakan jumlah korban masih akan meningkat lagi, bahkan lebih dari 1000 orang. Ini tampaknya sesuai dengan prakiraan PBB. Tetapi kepada kantor berita Prancis AFP, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyabut jumlah korban tewas bisa mencapai 3000 orang.

Ketika berada di Padang Sabtu lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mempermasalahkan angka korban ini. Ia berharap angka korban Satkorlaklah yang diberitakan dan bukan ramalannya. Jusuf Kalla yang segera mengakhiri jabatannya itu membantah bahwa jumlah korban mencapai dua ribu bahkan seribu orang.

Merangkak bangkit
Sementara itu kehidupan kota Padang mulai kembali bangkit. Pelbagai pasar kembali buka, demikian pula anak-anak kembali masuk sekolah Senin ini. “Gubernur mengeluarkan perintah supaya sekolah kembali buka,” kata Karmila Suryani, guru sekolah Muhammadiyah kepada kantor berita Prancis AFP. Tetapi ia menambahkan dari 800 murid yang menuntut ilmu di sekolah ini, hanya 60 murid yang Senin ini masuk sekolah. Sekolah ini harus mencari bangunan lain, karena sebagian bangunan sudah rusak, dan anak-anak dilarang masuk dalam bangunan yang masih ada.

Beberapa anak lain juga masuk sekolah, tetapi mereka disuruh pulang, masalahnya gedung sekolah mereka rentan, apalagi karena bangunan di sebelah sekolah rubuh. Gubernur Sumatra Barat, Gamawan Fauzi menyatakan akan mengeluarkan peraturan daerah yang mewajibkan bangunan dibangun sedemikian rupa sehingga kedap gempa sampai 8 pada Skala Richter. Kalau pemprov Sumbar gagal menegakkan peraturan ini, maka rakyat bisa menggugat pemerintah. Demikian Gamawan Fauzi.

Peraturan baru ini tampaknya tidak akan berlaku bagi SMAN III Padang, karena gedung sekolah di Padang timur ini masih utuh. Walau begitu, murid sekolah ini tetap tidak bisa masuk sekolah. Salah seorang muridnya, Tri Rraswati, dikutip kantor berita Reuters, mengatakan bahwa gedung sekolah mereka memang masih kuat. Tetapi tidak ada listrik dan air, sehingga juga tidak bisa digunakan.

Tidak tahu harus apa
Redaktur Radio Nederland Wereldomroep, Hans Jaap Melissen, yang tengah berada di Padang, melaporkan banyak petugas organisasi bantuan internasional bingung harus melakukan apa. Mereka datang dari Slovenia, Rusia dan Spanyol.

Arjan van der Tol, dokter spesialis ginjal pada LSM Dokter Nir Batas siap-siap pulang ke negeri asalnya. “Dalam gempa bumi, sering orang terjepit di dalam reruntuhan, mengakibatkan ginjal tertekan. Tapi dalam gempa kali ini, orang bisa melarikan diri, atau langsung mati.”

Rumah Sakit Dokter Djamil rusak berat dan sebagian roboh. Di sebuah tenda tentara, pasien ginjal mendapat pengobatan dialisa. “Dibutuhkan banyak bantuan untuk bisa kembali membangun rumah sakit yang berfungsi baik,” ujar Van der Tol. Menurutnya operasi pemberian bantuan seusai gempa sangat kacau. Masih ada tempat yang belum menerima bantuan, sementara regu bantuan banyak berkeliaran di sini.

Bangunan baru rubuh
Lalu muncul pertanyaan mengapa satu gedung rubuh, sementara bangunan di sampingnya tidak. Menurut manajer Hotel Inna Muara, Haswirman, di beberapa tempat, tanah tidak goyang sama kuatnya seperti tempat lain. Bangunan baru pada hotelnya runtuh. Tapi bangunan asli, dibangun pada jaman kolonial Belanda, tetap berdiri kokoh dan tidak mengalami banyak kerusakan.

Haswirman mengakui bangunan baru tidak dibuat untuk menghadapi gempa dahsyat. “Semula saya pikir tidak akan ada masalah. Tapi lain kali, kalau membangun lagi, akan saya perhatikan supaya bangunan itu lebih kuat, sama kuatnya seperti bangunan orang Belanda.”

Sutiar kehilangan kakaknya yang sedang mengikuti pertemuan di Hotel Ambacang yang runtuh itu. Menurut berita yang didengarnya, Hotel Ambacang yang runtuh itu membangun beberapa lantai baru, tanpa memperkokoh fondasinya. “Saya tidak tahu apa yang salah. Yang pasti, saya tidak marah. Menurut saya itu memang kemauan Tuhan.”

Written by CODEX2000

7 Oktober 2009 pada 06:11

Ditulis dalam Top Berita

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kajian pangaruh kerusakan hutan pada bencana alam…. berikan komentar kamu ya… untuk sebuah inovasi perlindungan alam di http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/

    ahnku

    11 Oktober 2009 at 21:48

  2. sosialisasikan keruksakan alam(hutan) yang terjadi serta akibat yang ditimbulkannya ke kelangan ulama, insya Allah mereka akan lebih memahami persoalan yang sedang terjadi.

    Indonesia

    13 Oktober 2009 at 13:41


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: