CODEX2000

Pers Internasional Menyorot Gempa Padang

leave a comment »

Harian The International Herald Tribune menurunkan artikel di halaman depan dengan judul: setelah gempa panik dan kekacauan. Koran berbahasa Inggris ini menurunkan berbagai kisah menyedihkan.

Misalnya kisah seorang ibu yang menunggu sampai putrinya ditemukan. Saya selalu melihat wajahnya, saya tidak bisa tidur, demikian keluhnya. Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan gempa di Sumatra Barat ini akan berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi, karena daerah ini adalah penghasil minyak kelapa sawit. Demikian The International Herald Tribune.

Media Belanda memberitakan gempa di Sumatra. Warta berita televisi utama Belanda, NOS Journaal, menyorot kejadian ini lewat laporan korespondennya. Demikian juga televisi komersial RTL. Selain televisi, radio dan surat kabar memberitakan bencana gempa di Sumatra ini secara besar-besaran. Hubungan dekat Belanda dengan Indonesia tentu saja ikut mendorong perhatian besar publik Belanda untuk bencana yang menimpa Sumatra Barat.

Koran Spits mengutip jurubicara lembaga bantuan PBB OCHA yang menyatakan sudah mengirim 50 dokter. Namun untuk daerah seluas ini, dengan sarana perhubungan yang jelek maka bantuan ini tentu saja kurang sekali. Koran ini juga memberitakan tentang adanya penjarahan di Padang.

Suasana menjadi parah dan tidak aman. Demikian kata seorang warga Amerika Serikat. Semuanya serba kurang, orang kekurangan makan dan uang.

Situasi kacau juga diberitakan koran De Telegraaf. Kota Padang tidak bisa dijangkau lewat udara. Hubungan telepon dan listrik putus. Harian Algemeen Dagblad mengutip Departemen Luar Negeri Belanda yang menyatakan belum ada laporan tentang warga negara Belanda yang menjadi korban.

Selanjutnya walikota Padang Fauzi Bahar menyatakan putus asa. Kotanya membutuhkan banyak bantuan. Menurut Algemeen Dagblad, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencoba menenangkan publik, ia akan mencegah kritik seperti yang terjadi pada tsunami dan gempa tahun 2004 dan 2006.

Pemerintah Indonesia dan militer saat itu dikritik berat oleh publik Indonesia karena kurang tanggap membantu para korban.

Koran Trouw menurunkan kisah Mirantari, seorang murid sekolah menengah berusia 15 tahun yang menjadi korban. Ibunya Marlina mencari sepatu putrinya yang berwarna merah muda, sebagai kenangan. Mirantari tidak akan menjadi dokter lagi, demikian sang ibu. Suami Marlina berhasil menyelamatkan 3 murid lain teman Mirantari, namun putrinya sendiri meninggal.

Akhirnya De Volkskrant, yang melaporkan dari Padang dengan foto besar di halaman depan, Padang saat ini adalah kota yang mencekam. Demikian teks yang bisa kita baca di bawah foto. Hotel Ambacang yang mewah kini hancur total.

Pengalaman pribadi mereka yang mengalami musibah ini juga diangkat sebagai pembuka artikel di koran sore Belanda NRC Handelsblad, yang menurunkan pengalaman Nurmalina seorang dosen bahasa Inggris, yang kebetulan tidak berada di sekolahnya, yang ambruk ketika gempa terjadi.

Rekan-rekannya dan murid-murid mereka semuanya menjadi korban. Kisah pengalaman pribadi inilah yang memberi nuansa pribadi. Angka abstrak jumlah korban dan kerugian materiel menjadi lebih kongkrit dengan berbagai kisah pengalaman pribadi para korban ini.

rnw

Written by CODEX2000

6 Oktober 2009 pada 14:04

Ditulis dalam Top Berita

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: