CODEX2000

Sangkaan Penyidik Selalu Berubah-Ubah

leave a comment »

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad Riyanto mengeluhkan pasal yang disangkakan kepolisian kepada dirinya yang berubah-ubah. Ia merasa prihatin dan menyayangkan atas proses pemeriksaan yang dilakukan kepolisian.

”Pasal yang disangkakan selalu berubah, penyalahgunaan wewenang lalu berubah ke pemerasan,” ujar Bibit dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (27/9).

Bibit juga menampik sangkaan jika dirinya bertemu dengan Ari Muladi dan Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja di Hotel Bellagio Residence antara tanggal 12 sampai 18 Agustus 2008. Di hotel itulah, Bibit diduga menerima uang sebesar Rp1,5miliar.

Menurut Bibit, sejak tanggal 11 hingga 18 Agustus dirinya berada di Peru. Dalam jumpa pers itu Bibit menunjukkan sejumlah bukti seperti surat jalan, paspor, tiket dan surat undangan dari Kedutaan Peru.

”Nama Bellagio Residence saja saya tidak tahu, apalagi pernah ke sana. Demi Allah, saya berada di Peru (pada tanggal-tanggal itu). Sehingga jika dikatakan bertemu saya, itu mungkin setan atau jin,” cetusnya.

Dari sekitar 59 pertanyaan sewaktu diperiksa sebagai saksi, pertanyaan penyidik mengarah pada penyalahgunaan wewenang. ”Waktu diperiksa menjadi saksi, saya tidak ditanya tentang Yulianto, tetapi waktu jadi tersangka saya ditanya tentang Yulianto,” tuturnya.

Sementara itu, Chandra M Hamzah menyoroti soal tanggal tuduhan dirinya menerima suap yang selalu berubah. Ia membeberkan, dari dokumen yang ia dapat, dirinya dituduh menerima uang pada 27 Februari 2009.

”Lalu dari tayangan salah satu televisi, dikatakan saya terima pada 15 April, lalu ada lagi yang bilang saya terima bulan Maret. Ada tuduhan dan ada dokumen, yang mana yang benar saya tidak tahu, saya tidak tahu siapa yang mereka-reka hal tersebut,” keluhnya seraya mengungkapkan dirinya merasa terhina atas tuduhan-tuduhan yang ditujukan padanya.

”Saya masuk KPK bukan cari duit. Gaji dari KPK saya anggap cukup, tidak berlebihan juga tidak kekurangan. Saya merasa terhina dengan tuduhan itu.”

Chandra menegaskan, dirinya dan Bibit akan mempertanggungjawabkan pencekalan Anggoro Wijoyo dan pencabutan cekal Djoko Tjandra. ”Pencekalan memang dilakukan KPK, dan akan kami pertanggungjawabkan,” ujar dia.

Karena itulah, juru bicara tim kuasa hukum, Luhut MP Pangaribuan meminta kepolisian sebaiknya menghentikan penyidikan dan mengeluarkan SP3. ”Ada dugaan konflik kepentingan ketika menetapkan sebagai tersangka. Kalau itu terjadi, maka bukan putusan yang objektif. Kalau tidak ada bukti permulaan yang cukup dan ternyata dari apa yang dituduhkan itu tidak benar, maka (penyidikan) harus dihentikan,” tandasnya. (NJ/Ol-5)

Sumber : MI

Written by CODEX2000

29 September 2009 pada 00:45

Ditulis dalam Top Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: